Bagi freelancer Indonesia yang bekerja dengan klien internasional, Payoneer adalah salah satu layanan pembayaran paling populer untuk menerima penghasilan dalam mata uang asing. Platform freelance besar seperti Fiverr, Upwork, dan berbagai marketplace lainnya mendukung pencairan melalui Payoneer. Namun, banyak freelancer terutama pemula yang masih bingung tentang cara menarik saldo Payoneer ke rekening bank lokal Indonesia.

Artikel ini akan memandu Anda langkah demi langkah cara menarik uang dari Payoneer ke tiga bank terbesar di Indonesia yaitu BCA, Mandiri, dan BRI. Kami juga akan membahas persyaratan yang harus dipenuhi, rincian biaya dan kurs konversi, estimasi waktu proses untuk masing-masing bank, serta tips untuk memaksimalkan jumlah yang Anda terima.

Persyaratan Sebelum Menarik Dana

Sebelum Anda bisa menarik saldo Payoneer ke rekening bank Indonesia, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Pastikan semua hal berikut sudah siap agar proses penarikan berjalan lancar tanpa hambatan.

Akun Payoneer yang sudah terverifikasi penuh. Proses verifikasi Payoneer memerlukan dokumen identitas seperti KTP atau paspor, bukti alamat berupa tagihan utilitas atau rekening koran bank, dan dalam beberapa kasus mungkin diperlukan selfie dengan dokumen. Pastikan semua dokumen yang Anda unggah jelas dan informasinya sesuai dengan data di akun Payoneer Anda. Proses verifikasi biasanya memakan waktu 1-3 hari kerja.

Rekening bank yang terdaftar di Payoneer. Anda perlu menambahkan rekening bank Indonesia Anda ke akun Payoneer sebelum bisa menarik dana. Informasi yang diperlukan mencakup nama lengkap pemilik rekening yang harus sama persis dengan nama di akun Payoneer, nama bank, nomor rekening, kode SWIFT bank, dan alamat cabang bank.

Saldo minimum untuk penarikan. Payoneer menetapkan saldo minimum untuk setiap penarikan. Untuk penarikan ke rekening bank, minimum saldo yang bisa ditarik biasanya sekitar USD 50 atau setara. Pastikan saldo Anda mencukupi sebelum memulai proses penarikan.

Kode SWIFT bank Indonesia yang benar. Berikut kode SWIFT untuk tiga bank yang kita bahas: BCA menggunakan kode CENAIDJA, Mandiri menggunakan kode BMRIIDJA, dan BRI menggunakan kode BRINIDJA. Pastikan Anda memasukkan kode ini dengan benar saat mendaftarkan rekening bank.

Langkah-Langkah Menarik Uang Payoneer ke Bank Indonesia

Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk menarik saldo Payoneer ke rekening bank BCA, Mandiri, atau BRI Anda. Proses ini sama untuk ketiga bank, perbedaannya hanya pada kode SWIFT dan detail rekening.

Langkah 1: Login ke akun Payoneer Anda. Buka website Payoneer di payoneer.com atau gunakan aplikasi Payoneer di smartphone Anda. Masukkan email dan password yang terdaftar. Jika Anda mengaktifkan two-factor authentication yang sangat disarankan untuk keamanan, masukkan kode verifikasi yang dikirim ke nomor telepon atau email Anda.

Langkah 2: Navigasi ke halaman Withdraw. Setelah berhasil login, Anda akan melihat dashboard utama Payoneer yang menampilkan saldo Anda dalam berbagai mata uang. Klik menu Withdraw kemudian pilih opsi To Bank Account. Jika Anda memiliki saldo dalam beberapa mata uang seperti USD, EUR, atau GBP, pilih mata uang yang ingin Anda tarik.

Langkah 3: Pilih rekening bank tujuan. Jika Anda sudah mendaftarkan rekening bank sebelumnya, pilih rekening yang ingin Anda gunakan dari daftar yang tersedia. Jika belum, klik Add Bank Account dan masukkan detail rekening bank Anda termasuk nama bank, nomor rekening, kode SWIFT, nama pemilik rekening, dan alamat cabang.

Langkah 4: Masukkan jumlah penarikan. Tentukan berapa jumlah yang ingin Anda tarik dalam mata uang sumber misalnya dalam USD. Payoneer akan menampilkan estimasi jumlah yang akan Anda terima dalam Rupiah berdasarkan kurs konversi saat itu. Perhatikan bahwa kurs yang ditampilkan adalah kurs indikatif dan jumlah akhir yang diterima bisa sedikit berbeda.

Langkah 5: Review dan konfirmasi transaksi. Sebelum mengklik tombol konfirmasi, periksa kembali semua detail penarikan dengan teliti. Pastikan rekening bank tujuan sudah benar, jumlah penarikan sesuai keinginan, dan Anda sudah memahami biaya serta estimasi kurs yang diterapkan. Setelah yakin semua sudah benar, klik Confirm atau Submit untuk memproses penarikan.

Langkah 6: Tunggu proses transfer selesai. Setelah penarikan dikonfirmasi, dana akan diproses dan dikirim ke rekening bank Anda. Waktu proses berbeda-beda tergantung bank tujuan. Anda bisa memantau status penarikan di halaman Activity atau Transaction History di dashboard Payoneer.

Langkah 7: Verifikasi dana masuk di rekening bank. Setelah status penarikan menunjukkan Completed, cek saldo rekening bank Anda melalui mobile banking atau internet banking. Pastikan jumlah yang diterima sesuai dengan estimasi yang ditampilkan Payoneer sebelumnya. Simpan bukti transaksi untuk keperluan pencatatan keuangan dan pelaporan pajak.

Rincian Biaya dan Kurs Konversi

Memahami struktur biaya Payoneer sangat penting agar Anda bisa menghitung dengan tepat berapa jumlah yang akan diterima di rekening bank. Berikut rincian biaya yang perlu Anda ketahui.

Biaya penarikan ke bank lokal. Payoneer mengenakan biaya penarikan sebesar USD 1.50 per transaksi untuk penarikan ke rekening bank Indonesia. Biaya ini relatif terjangkau dibandingkan dengan layanan transfer internasional lainnya. Biaya ini dipotong langsung dari saldo Payoneer Anda saat penarikan diproses.

Kurs konversi mata uang. Payoneer menerapkan kurs konversi sendiri yang biasanya memiliki spread sekitar 1-2 persen dari kurs pasar tengah. Artinya, jika kurs pasar USD ke IDR adalah Rp16.000, kurs Payoneer mungkin sekitar Rp15.680-Rp15.840. Meskipun ada spread, kurs Payoneer umumnya masih lebih kompetitif dibandingkan dengan transfer bank wire tradisional.

Tidak ada biaya tersembunyi. Selain biaya penarikan dan spread kurs, Payoneer tidak mengenakan biaya tambahan lainnya untuk penarikan ke bank Indonesia. Untuk ketiga bank yang kita bahas yaitu BCA, Mandiri, dan BRI biasanya tidak ada biaya tambahan untuk menerima transfer dari Payoneer.

Estimasi Waktu Proses per Bank

BCA (SWIFT: CENAIDJA): Penarikan ke BCA biasanya memakan waktu 2-3 hari kerja. BCA dikenal sebagai salah satu bank yang paling cepat memproses transfer masuk dari Payoneer. Jika Anda melakukan penarikan di hari Senin pagi, dana biasanya sudah masuk di hari Rabu atau Kamis.

Mandiri (SWIFT: BMRIIDJA): Penarikan ke Mandiri memakan waktu sekitar 2-4 hari kerja. Prosesnya sedikit lebih lama dibandingkan BCA dalam beberapa kasus, namun secara umum masih tergolong cepat. Mandiri memiliki jaringan cabang terluas di Indonesia.

BRI (SWIFT: BRINIDJA): Penarikan ke BRI memakan waktu sekitar 2-4 hari kerja, serupa dengan Mandiri. BRI menjadi pilihan populer bagi freelancer di daerah karena jaringan cabang dan ATM BRI yang tersebar hingga ke pelosok Indonesia.

Tips Memaksimalkan Jumlah yang Diterima

Pantau kurs sebelum melakukan penarikan. Kurs mata uang berfluktuasi setiap hari, dan perbedaan kurs bisa berdampak signifikan pada jumlah Rupiah yang Anda terima. Pantau pergerakan kurs USD/IDR melalui Google atau aplikasi keuangan dan lakukan penarikan saat kurs sedang menguntungkan. Misalnya, jika biasanya kurs Payoneer sekitar Rp15.800, menunggu saat kurs naik ke Rp16.000 bisa memberikan selisih Rp200 per USD yang untuk penarikan USD 1.000 berarti selisih Rp200.000.

Lakukan penarikan dalam jumlah besar sekaligus. Karena biaya penarikan Payoneer bersifat flat yaitu USD 1.50 per transaksi, lebih efisien untuk menarik dalam jumlah besar sekaligus daripada beberapa kali penarikan kecil. Misalnya, menarik USD 500 sekaligus hanya dikenakan biaya USD 1.50, sementara menarik lima kali masing-masing USD 100 akan dikenakan total biaya USD 7.50.

Pertimbangkan untuk menyimpan sebagian saldo dalam USD. Jika Anda memiliki pengeluaran dalam mata uang asing seperti subscription software, hosting, atau tools kerja, pertimbangkan untuk membayarnya langsung dari saldo Payoneer menggunakan kartu Payoneer Mastercard. Dengan cara ini, Anda menghindari konversi mata uang dua kali.

Pastikan nama rekening sesuai. Salah satu penyebab paling umum kegagalan penarikan adalah ketidakcocokan nama antara akun Payoneer dan rekening bank. Nama di kedua akun harus identik persis termasuk gelar, singkatan, dan ejaan.

Troubleshooting Masalah Umum

Penarikan ditolak atau pending terlalu lama. Jika penarikan Anda ditolak, periksa kembali detail rekening bank yang terdaftar di Payoneer. Pastikan nomor rekening, kode SWIFT, dan nama pemilik rekening sudah benar. Jika status penarikan masih pending setelah lebih dari 5 hari kerja, hubungi customer support Payoneer melalui live chat atau email untuk menanyakan status penarikan Anda. Sertakan nomor transaksi atau reference number untuk mempercepat proses pengecekan.

Dana sudah dipotong dari Payoneer tapi belum masuk ke bank. Situasi ini bisa terjadi jika ada delay dalam proses perbankan atau jika bank memerlukan verifikasi tambahan untuk transfer internasional. Tunggu hingga 5 hari kerja terlebih dahulu karena kadang ada keterlambatan di sisi bank penerima. Jika setelah 5 hari kerja dana masih belum masuk, hubungi bank Anda untuk mengecek apakah ada transfer masuk yang tertahan dan juga hubungi Payoneer untuk konfirmasi status pengiriman.

Kurs yang diterima jauh berbeda dari estimasi. Kurs yang ditampilkan saat penarikan adalah estimasi dan kurs final ditentukan saat proses settlement yang bisa terjadi 1-2 hari setelah penarikan. Untuk meminimalkan risiko ini, hindari melakukan penarikan saat pasar mata uang sedang volatil, misalnya saat ada pengumuman kebijakan ekonomi penting.

Akun Payoneer terkunci atau diminta verifikasi ulang. Payoneer secara berkala meminta pengguna untuk memperbarui dokumen identitas mereka. Jika akun Anda terkunci dan diminta verifikasi ulang, segera unggah dokumen yang diminta melalui dashboard Payoneer. Proses review biasanya memakan waktu 1-3 hari kerja. Selama akun terkunci, Anda tidak bisa melakukan penarikan, jadi pastikan dokumen identitas Anda selalu diperbarui sebelum masa berlakunya habis.

Dengan mengikuti panduan lengkap ini, Anda seharusnya bisa menarik saldo Payoneer ke rekening bank Indonesia dengan lancar dan efisien. Kunci utamanya adalah memastikan semua data dan dokumen sudah benar sejak awal, memahami struktur biaya agar tidak ada kejutan, dan memilih waktu penarikan yang tepat untuk mendapatkan kurs terbaik. Selamat menikmati hasil kerja keras freelance Anda.